Tampilkan postingan dengan label puasa wajib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puasa wajib. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Februari 2013

HAL-HAL YANG DAPAT MEMBATALKAN PUASA



Selama melakukan ibadah puasa kita juga harus memperhatikan apa saja yang bisa membatalkan puasa.Hal-hal yang bisa membatalkan puasa diantaranya yaitu:
1.     Makan dan minum yang  disengaja.Makan dan minum yang dimaksud ialah memasukkan benda apa saja kedalam mulut kemudian masuk ke dalam tubuh baik yang dimasukkan itu makanan yang bermanfaat maupun yang berbahaya
2.     Bersetubuh disiang hari
Bersetubuh disiang hari ketika berpuasa termasuk dosa besar bagi seseorang yang melakukannya.
3.     Memuntahkan makanan dengan disengaja
4.    Keluarnya mani dengan disengaja seperti contoh seorang suami yang mencium seorang istri lalu keluar mani maka sudah batal puasa orang tersebut.Tapi bila tidak disengaja seperti ketika seseorang sedang tidur dan bermimpi lalu mengeluarkan mani maka puasanya tetap sah
5.      Berniat untuk membatalkan puasa
Apabila seseorang itu dalam keadaan puasa lalu ia mempunyai tekad bulat untuk membatalkan puasa maka puasanya akan batal meskipun ia tidak makan dan minum 
6.      Datang haid atau nifas
Apabila seorang wanita ditengah puasanya tiba-tiba mengalami haid atau nifas maka puasanya menjadi tidak sah atau batal
7.      Melahirkan seorang anak atau dalam keadaan keguguran
8.      Murtad atau keluar dari agama islam
9.      Hilangnya akal

HAL-HAL YANG DAPAT MERUSAK ATAU MENGURANGI PAHALA KETIKA PUASA
1.       Berbohong atau berbicara dusta
2.       Membicarakan kejelekan orang lain
3.       Memberi kesaksian yang palsu
4.       Berbicara kotor atau keji
5.       Berbicara yang tidak bermanfa’at
6.       Berucap yang keras ketika bertikai
7.       Memandang wanita yang dapat menimbulkan nafsu maupun syahwat
8.       Beradu mulut atau bertengkar
9.       Berciuman dengan lawan jenis yang bukin muhrim

HIKMAH PUASA 
Puasa yang diwajibkan kepada umat muslim mengandung hikmah yang  mendalam yaitu melaksanakan ketaqwaan kepada Allah swt.Puasa juga mempunyai banyak manfaat bagi jasmani dan rohani kita.Diantaranya ialah:
1.       Puasa melatih dan membiasakan jiwa untuk selalu berbuat kebaikan ,disiplin ,taat dan sabar
2.   Puasa bisa menimbulkan rasa taqwa dan rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang telah dilimpahkan   dan juga terpelihara dari perbuatan dosa dan maksiat
3.      Puasa mengistirahatkan sejenak pencernaan dan perut dari kelelahan ketika bekerja,
mengeluarkan sisa makanan didalam tubuh,menjadikan tubuh lebih kuat dan bermanfaat untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit
4.   Puasa mengajarkan kita untuk membiasakan hidup teratur,menghindarkan diri dari perbuatan sombong dan iri hati.Puasa juga melatih diri seseorang untuk bersifat kasih sayang
5.    Puasa dapat memperbaiki fungsi hormon didalam tubuh termasuk yang ada kaitannya dengan sistem reproduksi
6.      Puasa dapat meningkatkan daya serap makanan
7.    Puasa dapat menjadikan hidup lebih baik karena dengan menjalankan ibadah puasa maka yang menajdi sehat tidak hanya tubuh kita namun hati kita juga menjadi lebih bersih
8.       Puasa dapat menumbuhkan kepedulian dan dapat meningkatkan solidaritas terhadap sesama
9.       Puasa merupakan bentuk dari pengendalian diri

SUMBER:  http://www.smbcumrohhaji.co.id/

Selasa, 12 Februari 2013

NIAT PUASA

PUASA PADA HARI JUMAT


Didalam puasa Ramadhan hukum dari niat ialah wajib. Tidak sah puasanya seseorang jika tidak didahului dengan berniat. Dan waktu berniat puasa ramdhan ialah ketika pada malam hari. Rasulullah bersabda:
Barangsiapa yang tidak berniat puasa (Ramadhan) pada malam hari sebelum terbit fajar, maka tidak sah  puasanya".
Sedangkan didalam puasa sunnah niat puasa tidak harus dilakukan pada malam hari. Namun boleh dilakukan pada pagi hari yaitu sesudah terbitnya fajar sampai tergelincirnya matahari (sebelum memasuki waktu dzuhur). Bahkan madzab hambali memperbolehkan berniat sesudah waktu dzuhur.
Dari 4 madzab yang ada mereka mempunyai pendapat yang berbeda-beda mengenai niat puasa,yaitu:
1.       Madzab Hanafiyah : Lebih baik jika niat puasa wajib maupun sunnah dilakukan bersamaan dengan terbitnya fajar, karena terbitnya fajar merupakan waktu diawalinya ibadah. Jika niat dilakukan setelah terbitnya fajar, untuk semua jenis puasa wajib yang sifatnya menjadi tanggungan/hutang misalnya seperti puasa qadla, puasa kafarat, maka menjadi tidak sah puasanya.
Berbeda dengan puasa wajib yang hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu, seperti puasa Ramadhan, nadzar, dan puasa-puasa sunnah yang tidak dikerjakan dengan sempurna, maka boleh saja niatnya dilakukan setelah fajar sampai tergelincirnya matahari yaitu sebelum memasuki waktu Dhuhur.

2.       Madzab Malikiyah : Untuk semua jenis puasa baik puasa wajib maupun sunnah niat puasanya dianggap sah bila dilakukan pada malam hari atau bersamaan dengan terbitnya fajar. Namun jika seseorang berniat sebelum terbenamnya matahari pada hari sebelumnya atau berniat sebelum tergelincirnya matahari pada hari ia berpuasa maka puasanya menjadi tidak sah meskipun ketika ia berpuasa sunnah.

3.       Mazhab Syafi'iyah : Untuk semua jenis puasa wajib (baik yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu seperti puasa Ramadlan; yang sifatnya menjadi tanggungan seperti qadla', nazar, kafarat, dll.) niatnya harus dilakukan pada malam hari. Adapun ketika puasa sunnnah, niat bisa dilakukan sejak malam hari sampai sebelum tergelincirnya matahari. Karena Nabi saw.pada suatu hari berkata pada 'Aisyah: 'Apakah kamu mempunyai makanan?'. Jawab 'Aisyah: 'Tidak punya'. Terus Nabi bilang: 'Kalau begitu aku puasa'. Lantas 'Aisyah mengisahkan bahwa Nabi pada hari yang lain berkata kepadanya: 'Adakah sesuatu yang bisa dimakan?'. Jawab 'Aisyah: 'Ada'. Lantas Nabi berkata: 'Kalau begitu saya tak berpuasa, meskipun saya telah berniat puasa'.

4.       Mazhab Hambaliyah : Tidak berbeda dengan Syafi'iyah, madzab ini mengharuskan niat dilakukan pada malam hari, untuk semupa jenis puasa wajib. Namun pada puasa sunnah, madzab ini berbeda dari Syafi'iyah, niat dapat dilakukan walaupun telah lewat waktu Dhuhur (dengan syarat belum makan atau minum sedikitpun sejak fajar). Dan pendapat yang terakhir inilah yang paling kuat tentang diperbolehkannya berniat puasa sunnah setelah waktu dzuhur.

       Untuk lebih jelasnya tentang blog ini silahkan baca disini